Kadang-kadang, user meminta dibuatkan report yang dinamis. Urutan kolomnya bisa diubah-ubah, bisa diurut berdasarkan kolom tertentu, bisa dijumlah, ada kolom yang dihilangkan, dan lain-lain. Di kasus lain, kadang kala permintaan dari user sering berubah.
Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah. Karena kita bisa membuat ALV. Apa singkatannya yah … Mungkin ABAP List Viewer. Tapi lebih umum diistilahkan dengan SAP List Viewer. Dengan ALV, kita bisa membuat report yang dinamis. Siapkan saja semua field yg kemungkinan akan dibutuhkan user. Nanti usernya sendiri yg menentukan mana yg mau ditampilkan.
Untuk memulainya, silahkan baca dokumentasi function REUSE_ALV_LIST_DISPLAY. Bisa juga function REUSE_ALV_GRID_DISPLAY. Saya menyarankan memakai yang bukan GRID, karena cenderung lebih cepat keluarnya dan lebih hemat memory (local PC). Program standar SAP sendiri skrng sudah menggunakan ini. Di perusahaan saya, saya membuat standarisasi bahwa semua report harus dibuat dengan ALV. Kecuali ada beberapa kasus yg memang tidak bisa menggunakan ALV.
ALV sendiri punya kekurangannya. Misalnya, tidak bisa membuat pengelompokan judul. Bisa sih, tp kl urutannya diubah kan jadi berantakan. Misalnya, ada grup “DATA KONSUMEN”. Trus di bawahnya, ada kolom ‘Nama Konsumen’ dan ‘Alamat Konsumen’. Jadi, arahkanlah user untuk tidak membuat grouping. Karena di ALV, tiap kolom itu saling lepas. Bisa ditampilkan di mana saja dan bahkan tidak ditampilkan.
Dalam template yang saya buat di kantor, saya menyiapkan parameter variant di selection screen. Sehingga, tiap user bisa langsung membuka ALV langsung dari variant yang diset di selection screen. Jadi, format tiap user bisa berbeda-beda sesuai dengan keperluannya.
Semoga bermanfaat. Silahkan tambahkan dan berikan komentar. Kalau ada kesulitan, silahkan diskusikan di sini. Karena sesungguhnya bersama suatu kesulitan itu terdapat suatu kemudahan.
SAP List Viewer (ALV)
Februari 26, 2008 oleh yasirhn