“Mas.. sekarang ABAPer masih dibutuhkan nggak?” Itu salah satu pertanyaan yang masuk di blogku.
Sedikit saya sampaikan tulisan tentang karir ABAPer. Semoga bermanfaat
SAP skrng banyak dipakai di dunia. Di Indonesia saja, sudah ratusan. Padahal negara kita kan belum tergolong negara maju. Gak kebayang deh, berapa banyak perusahaan yg pake SAP di Dunia ini.
Untuk terjun ke dunia SAP, menurut saya salah satu alternatif yg baik adalah memulainya dari jalur ABAPer. Karena, dari ABAPer kita bisa beralih ke tempat2 lain seperti functional atau basis. Tapi jarang sebaliknya. Kalo udah jadi functional atau basis team, kayaknya susah untuk belajar ABAP. Karena ABAP lebih njelimet dan lebih tehnikal.
Nah, mulai dari ABAPer, kita bisa memilih career path sbb:
- Menjadi senior cunsultant ABAPer. Di sini, pengalaman anda sebagai ABAPer sangat diperlukan. Semakin banyak menemukan kasus, maka semakin banyak solusi yang anda sudah buat. Jam terbang menjadi salah satu kelebihan anda.
- Menjadi functional. Ketika anda sudah bisa develop program dengan baik, anda bisa juga merubah haluan menjadi functional. Kemampuan abap anda merupakan modal yang sangat bermanfaat bagi seorang functional. Jadi kalo ada keperluan untuk debug, mencari table, bug fixing, dan lainnya, bisa ditangani sendiri.
- Menjadi integrator. Setelah dari ABAPer, pindah ke functional di suatu modul. Trus pindah lagi ke modul2 lain. Sehingga anda bisa tau banyak hal, walaupun tidak mendalam. Dan suatu saat, anda bisa menjadi integrator. Integrator mesti ngerti ABAP, walaupun gak harus hafal secara mendalam.
Salah satu kebihan ABAPer dibanding tim functional adalah, ABAPer tidak terpaku pada modul tertentu. Anda sebagai ABAP, anda hanya perlu menyebutkan anda bisa ini, bisa itu, cukup. Anda bisa membuat smartforms, maka di modul manapun smartforms itu dibuat, caranya sama. Tapi kalo functional, terpaku pada modul tertentu. Functional MM belum tentu bisa menjadi functional di modul FI. Juga sebaliknya. Tapi kalo ABAPer, tidak ada bedanya di modul MM atau FI. Paling hanya beda table aja.
Nah, dengan perbedaan ini, maka di satu sisi kita bisa lihat ada kelebihannya. ABAPer mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan daripada functional. Karena bisa di semua modul.
Trus bagaimana dengan perbandingan honor. Saya pernah dapat selentingan kabar, bahwa gaji ABAPer lebih kecil daripada gaji functional. Yah, memang wajar sih. Karena functional bertanggung jawab sampai ke user di mesin production. Sedangkan ABAPer hanya bertanggung jawab kepada functional. Itupun hanya di mesin development.
Tapi saya tidak setuju sepenuhnya dengan perbandingan honor ini. Di beberapa tempat, saya lihat sama. Bahkan ada ABAPer yang gajinya lebih besar tuh daripada functional. Menurut saya, tergantung seberapa besar kontribusi yang bisa kita berikan kepada yang menggaji kita. Semakin besar kontribusi, nilai tambah, dan ketergantungan terhadap ABAPer, maka berdasarkan bargaining position tersebut mestinya semakin besar pula honor ABAPer.
Dan suatu saat, kalau kita merasa kita kurang meras ‘dihargai’, ya bertindaklah dengan fair. Carilah tempat lain yang lebih ‘menghargai’ anda. So simple kan ….
Tapi pikirkan juga sebaliknya. Kenapa anda kurang ‘dihargai’. Mungkin anda belum optimal dalam bekerja, atau kompetensi anda masih jauh dari yang diperlukan perusahaan.
Karirnya ABAPer
Mei 7, 2008 oleh yasirhn
wah menarik mas..
memukau siapa saja yang membacanya…
I Love to be the Real ABAPer.
Hahaha… ^^
Alhamdulillaah. Segala puji bagi Allaah