Bagi saya, meminta-minta adalah hal yang hina. Banyak cara mendapatkan uang. Walaupun mungkin uang yang didapat tidak sebanyak pendapatan pengemis, tapi lebih berkah, lebih mulia, dan lebih terhormat. Jadi pembantu rumah tangga, cleaning service, office boy, tukang kebun, tukang koran, sopir, dan lainnya. Beberapa pekerjaan memang harus punya sedikit modal. Misalnya jadi sopir taksi, harus punya sim. Mau ngelamar, harus wira-wiri ke sana-sini fotocopy dan transport. Nah trus, gimana kl gak punya uang sama-sekali? Gak punya rumah dan pakaian pula. Akhirnya harus tidur di kolong jembatan yang kotor, gelap, dan bau. Alias jadi gelandangan. Berkawan dengan orang-orang yang putus asa. Dan masa depan suram menghantui anda. Saya kira itu bukan awal yang baik.
Sebenarnya kadang-kadang saya tidak terlalu kasihan dengan gelandangan. Karena di satu sisi, saya pernah dalam kondisi mirip dengan para gelandangan itu. Sayangnya, mereka tidak mencoba memulai dari awal yang lebih baik.
Misalnya, coba datanglah ke salah satu masjid/ musholla. Temui salah seorang pengurusnya. Bilang bahwa anda bisa membersihkan masjid tanpa digaji, tapi mohon untuk dibolehkan tidur di emperan Masjid. Kan enak tuh. Luas, bersih, terang. Coba bersihkan masjid itu sebersih-bersihnya. Semua rumput dipotong rapi. Tanaman dirapihkan. Debu-debu dibersihkan. Kaca-kaca dibuat mengkilat. Tanya perlukan tembok dicat. Adakah genteng yang bocor. Speaker mana yang tidak menyala. Kuras bak kamar mandi. Tiap 30 menit bersihkan wc. Bayar rekening telpon dan PLN. Telpon calon peneramah. Pokoknya dengan anda, semua masalah di musholla/ masjid itu beres deh ….
InsyaAllah setidaknya anda dikasi makan/ uang makan secukupnya. Dalam satu bulan, pasti banyak orang yang melihat bagaimana baik, rapih dan cekatannya anda. Dan gak lama lagi, akan ada yang minta anda untuk bekerja padanya insyaAllah.
Tidak harus jadi gelandangan kan …
Januari 15, 2009 oleh yasirhn
Setuju banget. Saya kira, miskin akan spirit membuat mereka tidak pernah mau “bangkit”.
Yah…kadang mungkin serasa kejam. Tapi saya pikir akan lebih kejam jika membiarkan mereka terus menerus menengadah tangan ke atas tanpa ada suatu perubahan.
Yang kadang lebih menyedihkan adalah jika uang yang didapatkan digunakan untuk merokok, kan ironis uang yang diperoleh di”bakar” pula.
Memberi kail lebih baik daripada memberikan ikannya.