Ada saat-saat dimana mesin SAP harus direstart. Bisa terjadwal rutin, bisa juga sesekali saja. Yang terjadwal rutin, misalnya untuk keperluan maintenance. Ini dijadwalkan secara periodik. Misalnya sebulan sekali. Ada juga yang sesekali saja. Misalnya apabila kita ingin mengganti OS di server dari unix ke windows, atau sebaliknya. Atau ingin mengganti database, menginstall unicode, dan sebagainya.
Ada suatu case dimana sebelum melakukan sesuatu, data harus diamankan dulu. Sehingga ketika sesuatu itu gagal, maka ada tindakan yang bisa dilakukan agar kondisi server bisa dibuat seperti semula. Kalau data cuma sedikit, ya tidak ada masalah untuk meng-copynya. Tapi gimana kalau datanya sampai ber-terra byte. Apakah kita harus menyediakan tempat penyimpanan sebesar server production. Berapa lama proses penyalinannya, dan berapa lama proses restorenya kembali.
SAP mempunyai suatu service yang disebut MDS (Minimize Downtime Service). Dengan service ini, waktu dimana server harus dibuat down menjadi sangat minimal. Bahkan dijanjikan, downtime server yang biasanya sekitar 3 hari, bisa dibuat tidak lebih dari 24 jam. Sekitar 21 jam, semua sudah selesai. Hebat ya …. Bagaimana tehniknya?
Sebelum server down, MDS akan mengcopy struktur tabel yg ada di SAP. Makanya selama MDS berlangsung, data dictionary tidak boleh diubah. Sebagian proses penyalinan berjalan ketika server belum down.
MDS terdiri dari 3 fase: Test Migration, Load Verification, dan Productive Migration.
Demikian sedikit pengenalan tentang MDS. Suatu servis yang di ditawarkan oleh SAP untuk membantu meminimalkan waktu down server. Terimakasih kepada Pak Ansgar dari SAP German yang telah share tentang MDS ini secara Conference Call.
Semoga bermanfaat.