“Udah sholat istikhoroh beberapa kali, koq masih blum dikasi jawaban lewat mimpi yah”. Lho, kata siapa jawaban dari sholat istikhoroh itu pasti didapat dari mimpi?
Istikhoroh adalah sholat untuk meminta suatu kemantapan dari Allah, ketika ada suatu pilihan hidup. Misalnya, diterima di ITB dan UI. Pilih mana? Atau memilih lokasi tempat tinggal, kerja, dan lainnya.
Shalat istikhoroh dilakukan sama seperti sholat biasa, 2 rokaat. Gak harus malam hari. Umumnya orang mengira hasil sholat istikhoroh adalah berupa mimpi. Ya, mungkin benar. Bahkan mungkin bisa mimpi bertemu Rasulullah SAW. Tapi belum tentu tanda kemantapannya adalah dari mimpi. Mungkin untuk orang yang biasanya sanggup menerima nalar secara logika, maka Allah berikan kemantapan berdasarkan kecerahan pemahaman logikanya. Misalnya tiba-tiba dia melihat lingkungan kost di suatu kampus koq terlihat lebih rapih dan murah dibanding kampus lainnya. Dsb.
Bisa juga jawabannya berupa kemantapan yang tidak bernalar. Misalnya, enggak tau kenapa koq saya lebih sreg utk kuliah di kampus A dari kampus B. Mungkin ada suatu sebab yangmana kita gak sanggup untuk menerimanya saat itu. Sehingga tidak Allah sampaikan secara logis. Cuma berupa kemantapan hati saja.
Atau bisa juga berdasarkan kemudahan yang Allah berikan. Misalnya, ketika ke kampus A koq kelihatannya macet banget, tapi ke kampus B lancar. Padahal menurut orang lain pada umumnya, sama saja.
Ada orang yang sering sholat istikhoroh, bukan karena ingin kemantapan atas suatu hal yang spesifik. Tapi karena dia merasa pendiriannya goyah, sehingga dia selalu usahakan istikhoroh untuk membuat hatinya lebih mantap. Aku rasa, hal ini sah-sah saja. Asal logikanya jangan kelewatan. Jangan sampai suatu saat dia lupa istikhoroh, trus dia merasa Allah tidak bersamanya. Dan ada juga manusia yang tidak pernah istikhoroh sama sekali. Seakan-akan semua pendirian/ keputusan yang dia jalankan adalah hasil pikiran dia sendiri.
Yah, mari kita tempatkan sholat istikhoroh itu sesuai dengan proporsinya. Sholat ini bukan sholat wajib. Tidak bisa dibuat wajib, tapi juga tidak bisa disepelekan mengingat fadhilahnya yang cukup besar.
Setelah sholat istikhoroh, kita harus mantap melangkah. Tidak perlu menunggu mimpi, menunggu hasil kepastian secara nalar, atau apapun. Silahkan melangkah, dan yakinlah bahwa Allah bersama kita. Apapun yang terjadi, kita syukuri dan kita wajib yakin bahwa itu adalah yang terbaik untuk kita.
Akhirul kalam, semoga Allah mudahkan semua aktifitas kita. Karena sesungguhnya bersama suatu kesulitan ada suatu kemudahan. Aamiin.