Sabtu lalu, aku diminta mengisi kuliah umum di suatu Kampus Swasta. Temanya adalah “Lulusan Teknik Informatika di Dunia Kerja”. Alhamdulillah acara berjalan lancar. Dihadiri oleh banyak mahasiswa Informatika. Mungkin sekitar 300 orang. Materinya aku siapkan cuma 9 slide, karena memang lebih banyak ke materi vokalnya. Ga terasa, aku bicara sekitar 3 jam. Eh, terasa banget sih, waktu selesai berasa haus banget he3x. Materinya adalah materi praktis tentang kebutuhan di dunia industri, dan cara mereka menyiapkan diri.
Banyak pertanyaan yang dilontarkan. Diantaranya yang menarik adalah, pertanyaan tentang ketidaksesuaian antara kurikulum kuliah dengan kebutuhan di dunia industri. Pertanyaan ini konon diamini oleh para alumni yang mengisi survei. Apa benar hal ini terjadi? Dan mengapa?
Ada suatu persepsi yang perlu diluruskan. Apa yg diajarkan di kuliah adalah materi2 pokok yg memang harus dipelajari. Jadi tidak semua hal yg berhub dgn IT, dipelajari sewaktu kuliah. IP anda 4 pun, kalo cuma mengandalkan apa yg dipelajari di kampus, anda blum tentu siap di dunia industri. Oleh karenanya, seharusnya mahasiswa banyak berterimakasih kepada dosen2 yg banyak memberikan latihan2 praktek maupun small project. Karena dgn ini, mrk langsung mengaplikasikan ilmunya. Tapi bgmn mungkin mahasiswa dapat banyak latihan kalau kuliah tidak disiplin. Masuk kelas mayoritas terlambat 1 jam. Untuk mengejar materi dasar pun, dosennya sudah bingung gmn cara mengatur waktu. Jadi, disiplin adalah salah satu faktor utama yg perlu diperhatikan.
Kepada adik2 peserta kuliah umum, aku harapkan materi yg disampaikan bermanfaat. Kalau aku proyeksikan saat aku masih kuliah dulu, aku merasa materi ini sangat bermanfaat. Silahkan berikan komentar di bawah apabila ada yang perlu dilengkapi. Satu lagi yg menarik adalah, tentang potensi. Tidak semua merasa dirinya berpotensi untuk menerima materi kuliah dengan baik. Ini sih pertanyaan yg sangat mudah. Tapi jawabannya harus dengan perenungan. Ada dua kesalah. Kesalahan pertama adalah adanya sifat pesimis. Karena semangat adalah suatu hal yg wajib ada, apapun kondisinya. Kesalahan kedua adalah, tidak pandai menempatkan diri dengan tepat. Kalau merasa tidak pintar, ya gakpapa tp harus rajin. Jadi silahkan pilih salah satu: pintar, atau rajin. Banyak orang pintar yg prestasinya dengan mudah dilewati begitu saja, bukan oleh orang yg lebih pintar lagi. Tapi oleh orang yg rajin.
Oke, selamat beradaptasi dengan dunia industri. Semoga sukses selalu untuk semua.